|
A. Deskripsi target groups
Target groups dari kegiatan ini mencakup ke empat pranata utama; yaitu, lembaga politik, politisi, pelaku bisnis, dan rakyat dalam civil society. Aktor-aktor utama dalam inter-pranata tersebut dapat diklasifikasi seperti berikut:
a. Lembaga Politik, meliputi; 1) Pengurus Partai. Kekuatan utama lembaga politik berasal dari partai politik. Oleh karena itu, pengurus partai dipandang sebagai stake holders yang sangat penting dalam pembentukan sekolah demokrasi. Pengurus partai terutama akan direkrut dari kalangan pengurus teras sehingga merepresentasekan tingkat opportunity keanggotaan di lembaga legislatif nantinya. 2) Anggota legislatif yang sementara duduk di DPRD. Seperti halnya pengurus partai, anggota legislatif terpilih pada PEMILU sebelumnya merepresentasikan ketokohan di dalam partai, 3) Unsur Pemerintah Daerah (PEMDA). Unsur Pemda juga merupakan stake holders yang sama pentingnya dengan dua unsur di atas. Pemerintah Daerah adalah implementator hasil-hasil politik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.
b. Politisi, meliputi; 1) Partisipan Partai Politik, Adalah orang-orang yang terlibat dalam proses politik namun bukan merupakan orang-orang yang berada dalam lembaga politik formal, seperti partisifan partai politik yang direkrut untuk kepentingan mobilisasi politik 2) Local NGO’s, adalah lembaga non-pemerintah yang bekerja untuk demokrasi dan kemasyarakatan. 3) Kelompok Mahasiswa. Mereka adalah komunitas intelektual muda yang menjembatani deviasi komunikasi elit politik dengan rakyat kebanyakan. Dalam banyak kasus, akses mahasiswa untuk mempengaruhi kecenderungan masyarakat pemilih cukup signifikan , 4) Tokoh Pemuda, seperti KNPI, Karang Taruna, dll. Tokoh-tokoh ini memiliki akses yang besar dalam proses demokratisasi mengingat posisi mereka yang dekat dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan khususnya kepemudaan.
c. Pelaku Bisnis, meliputi; 1) Pengusaha Muda, 2) Pengusaha kecil-menengah. Stake holders ini (seperti hasil need assesment pada rencana lokasi program) cukup unik oleh karena sekalipun bukan merupakan unsur utama dalam aktifitas politik, namun mereka kerap menjadi penentu dalam proses politik. Di samping itu, proses distribusi kebutuhan masyarakat menjadi dominasi kelompok ini.
d. Rakyat dalam civil society, meliputi; 1) Pemilik Lahan (lord land). Kelompok masyarakat ini kecil dibandingkan dengan rakyat keseluruhan, akan tetapi mereka menjadi simbol komunitas tertentu yang mendiami area lahan atau kawasan yang luas. Mereka –dalam banyak kasus- sangat berpengaruh di dalam kelompoknya sehingga “tuan tanah” dipandang sebagai stake holders utama dalam bagian ini. 2) Tokoh adat/pemuka masyarakat, umumnya adalah orang-orang yang secara genetis mewarisi status sosial moyangnya. Sengaja dibedakan dengan kelompok pemilik lahan oleh karena banyak di antara mereka yang kemudian kehilangan kekuasaan atas tanah miliknya (karena dijual dll) namun tetap merepresentasikan kekuatan kultural di dalam komunitasnya. 3) Tokoh Agama. Faktor agama adalah faktor penting dalam proses demokratisasi. Sentimen keagamaan dalam banyak kasus menunjukkan pengaruh yang signifikan di dalam masyarakat.
|